i love Pigeon High " saya cinta merpati tinggi from indonesia "
Tips memilih merpati tinggian yg bagus
Ciri ciri burung merpati tinggian yang baik
1. berkepala besar leher panjang
2. postur tubuh tegak seperti angka 2 ( seperti bebek )
3. sayap rajin dan kecil kering
4. tulang bulu / sodonan sayap kaku dan kering
5. bahu sayap kanan kiri tebal dan seimbang
6. teleng mata / titik mata kecil dan tidak pudar
7. paruh kecil panjang
8. kaki kering
9. detak jantung kencang / besar
10. supitan kaku atau tebal ( lebih maksimal yang rapat tp jgn terlalu rapat)tembolok berbentuk kerucut kedepan
11. jika dipegang postur tubuh berbentuk segitiga / kerucut
12. panjang ujung sayap sejajar dengan ekor
Mata yang bagus
Ciri cirinya sebagai berikut: 1.mata yang kering dan jernih seperti kaca didalamnya 2.teleng atau titik hitam kalau kena sinar atau waktu keket/giring mengecil dan tidak pudar. 3.warna kuning spt mas atau mata hitam seperti mata kodok/katak. 4.kuning jagung atau merah saga dekat kelopak mata jadi tiga warna yaitu: hitam yg kecil kuning mas dan kuning jagung atau merah saga kecuali mata katak atau hitam. 5. selaput mata kalau bisa yang merah itu menurut selera aja
Mental yg bagus
ciri cirinya sebagai berikut: 1.punya trah darah 2.keketnya kencang atau keras. 3.supitan tebal dan keras tapi jangan sampai rapat sekali. 4.sodonan / batang lar atau sayap kering dan keras. 5..tembolok lancip atau kerucut. 6.kakinya kering. 7.bentuk kepala atau raut muka kelihatan galak seperti burung rajawali.
Merawat merpati tinggian
Beberapa tips dan cara perawatan burung merpati tinggian atau burung kolongan yang baik dan maksimal.
1.Suplemen makanan yang baik dan terjamin.
2.Memandikan burung tiap hari dengan rutin.
3.Dengan rutin menjemur burung setiap pagi secukupnya.
4.Kandang harus selalu bersih supaya bebas dari penyakit.
5.Pada waktu burung keket atau keplek dilatih rutin.
6.Pemberian Doping ( jamu ) juga di perlukan
2.Memandikan burung tiap hari dengan rutin.
3.Dengan rutin menjemur burung setiap pagi secukupnya.
4.Kandang harus selalu bersih supaya bebas dari penyakit.
5.Pada waktu burung keket atau keplek dilatih rutin.
6.Pemberian Doping ( jamu ) juga di perlukan
Perbedaan merpati tinggian biasa dgn trah darah
Beberapa Perbedaan burung tinggian biasa / liar dan burung tinggian yang punya trah darah.
Trah Darah | Merpati Biasa / Liar |
1. terbang kecepatan kencang dan biasanya terbangnya bergaya seperti orang renang gaya punggung ( monting kanan kiri ). 2. kalau burung sudah jadi begitu dilepas dua kali putaran terbang sudah tinggi dan baru mengarah ke lokasi . 3. jika turun atau menukik dengan kecepatan tinggi dan berambisi untuk mengalahkan lawannya. 4. burung yang bagus jika turun posisi turun diantara posisi jam 11 hingga jam 12 diatas kepala dan sampai bawah akan mental lapak / matras . 5. burung saat terbang ataupun turun berambisi untuk menang. 6. burung bisa tinggi sekali bahkan sampai tidak kelihatan ( masuk awan / mega ).
| 1. terbang biasa atau bahkan ada yang kencang tetapi tidak berambisi mendahului lawannya. 2. burung begitu dilepas banyak mutar2nya dan mencapai ketinggian dalam waktu yang lama. 3. jika turun atau menukik dengan kecepatan randah atau pelan dan tidak berambisi untuk mengalahkan lawannya. 4. burung tidak mempunyai mental juara. 5. waktu menukik atau turun biasanya sampai bawah kira kira setinggi genting rumah burung sudah mengerem. 6. burung bisa tinggi sekali bahkan sampai tidak kelihatan ( masuk di awan / mega ).
|
Saran dan Masukan dari Team Pujangga Pati :
· Kalau cari burung untuk lomba lebih bagus mencari burung yang trah darah ( ternak ) karena banyak peternak burung merpati tinggian di Indonesia ini yang hasil ternakannya bagus bagus dan bergengsi.
· Walaupun burung dengan trah bagus atau super tetapi dalam cara perawatan dan melatihnya kurang pas ( jelek ) maka akan mempengaruhi kinerja dari burung tersebut ( kebagusan atau keunggulana dari burung tersebut akan berkurang) dan tidak menghasilkan kerja yang maksimal.
Trik – trik main merpati tinggian
1.Jenis lapak dan kolongan.
2.Medan dimana kita main.
*Jenis lapak: kita harus memilih merpati yang punya kriteria terbang kencang tinggi,turun kencang sampai bawah dan biasanya posisi 3/4 utk jenis medan lapak.kita menggunakan burung yang diambil atau kekuatan turunnya posisi jam 11 atau 3/4. ada burung yang bisa diambil posisi jam 12 tapi kekuatan turunnya di posisi jam 11,kita harus bisa mangamati dimana kekuatan penuh turun burung kita diposisi jam 11 atau jam 12.untuk jenis lapak burung tdk harus turun diposisi jam12 lain halnya kolongan yang ada batasnya,kalau brg tdk nengkel (turun jam 12paling tdk jam1/2 12) burung tdk akan masuk kolong.perbedaannya adalah dibatas dan tdk ada batasnya.
*Jenis Kolongan: untuk jenis ini memang sulit,karena kalau burung tdk bagus dan nengkel/turun jam 12 tdk akan masuk kolong. karena kolong yg ideal ukuran tinggi 12mtr lebar 8 mtr persegi dan bawahnya masih ada kamar atau kotaknya ukuran 2mtr persegi.burung diatas kepala harus turun dan tdk boleh lewat/kembali baru turun dinyatakan dist/kalah.apalagi sampai mutar2 diatas.dan sampai bawah harus masuk kotakan/kamar.biasanya burung model kolongan bisa utk utk lapak tapi brg lapak belum tentu bisa utk kolongan,dikarenakan burung lapak tdk ada batas kolongannya dantdk harus turun posisi jam 12, jadi dia hanya dulu2an landas lain dengan brg kolongan yg ada batasnya.jika turun tdk posisi jam12/nengkel dia tdk akan msk kolong.begitu dia dibuat model lapak dia semakin bebas utk turun.utk jenis kolongan brg merpati ini biasanya murni tinggian bukan perpaduan balap pendek dgn tinggian.kalau perpaduan 2 jenis turunnya tdk bisa nengkel/posisi jam12 dia cenderung turun jam 11 bahkan dibawah itu.dan biasanya tdk bisa tinggi,kalaupun bisa tinggi diajak turun posisi jam 12 dia tdk brani akhirnya mutar2 diatas.jadi kesimpulannya-kita harus tau dimana letak kekuatan penuh merpati kita turun di posisi jam berapa dan utk kolongan kita harus menyiapkan brg yg posisi turun jam1/2 12 sampai jam 12. ini sedikit dari pengalaman kami adapun kekurangan dalam menyampaikan kami minta maaf.
*Jenis Kolongan: untuk jenis ini memang sulit,karena kalau burung tdk bagus dan nengkel/turun jam 12 tdk akan masuk kolong. karena kolong yg ideal ukuran tinggi 12mtr lebar 8 mtr persegi dan bawahnya masih ada kamar atau kotaknya ukuran 2mtr persegi.burung diatas kepala harus turun dan tdk boleh lewat/kembali baru turun dinyatakan dist/kalah.apalagi sampai mutar2 diatas.dan sampai bawah harus masuk kotakan/kamar.biasanya burung model kolongan bisa utk utk lapak tapi brg lapak belum tentu bisa utk kolongan,dikarenakan burung lapak tdk ada batas kolongannya dantdk harus turun posisi jam 12, jadi dia hanya dulu2an landas lain dengan brg kolongan yg ada batasnya.jika turun tdk posisi jam12/nengkel dia tdk akan msk kolong.begitu dia dibuat model lapak dia semakin bebas utk turun.utk jenis kolongan brg merpati ini biasanya murni tinggian bukan perpaduan balap pendek dgn tinggian.kalau perpaduan 2 jenis turunnya tdk bisa nengkel/posisi jam12 dia cenderung turun jam 11 bahkan dibawah itu.dan biasanya tdk bisa tinggi,kalaupun bisa tinggi diajak turun posisi jam 12 dia tdk brani akhirnya mutar2 diatas.jadi kesimpulannya-kita harus tau dimana letak kekuatan penuh merpati kita turun di posisi jam berapa dan utk kolongan kita harus menyiapkan brg yg posisi turun jam1/2 12 sampai jam 12. ini sedikit dari pengalaman kami adapun kekurangan dalam menyampaikan kami minta maaf.
MEDAN DIMANA KITA MAIN MERPATI TINGGIAN.
Sebelum kita main merpati kita harus bisa membaca/tau dimana lokasi kita main.lokasi bisa dibagi 2jenis :-Lokasi daerah pesisir dan lokasi daerah pegunungan.utk lokasi daerah pesisir lebih berat dibanding lokasi pegunungan karena lokasi ini keadaannya/kondisinya:Hawanya panas,anginnya kencang,dataran rendah dan daerah byk pemukiman/perumahan.tapi brg kalau bisa jadi dia jadi sungguhan dikarenakan sdh terbiasa dilatih dimedan yg berat.dibawa kedaerah manapun dia lebih bisa menyesuaikan.Lokasi daerah pegunungan.lokasi ini biasanya disenangi brg karena hawanya dingin,anginnya tenang,dataran tinggi dan byk persawahan tdk heran kalau brg daerah ini byk tingginya.tapi utk brg yg biasa dilatih di daerah pegunungan kalau dibawa kepesisir biasanya tak bisa jadi/berubah.dia di drh pegunungan bisa kerja maksimal tapi dipesisir tdk bisa.dikarenakan tdk kuat lawan angin yg kencang, hawa panas,byk perumahan dan dataran rendah. kalaupun bisa maks 1kali lepasan karena sdh terfosir dgn cuaca dan keadaan. perbedaan antara brg pesisir dan pegunungan dilihat dari kerjanya:kalau brg pesisir dibawa kepegunungan lebih oke krn sdh terbiasa dgn medan,keadaan dan cuaca yg berat.solusi kita seumpama pny brg pegunungan tapi rumah/lokasi kita dipesisir,kita ambil anakkannya/keturunannya atau utk indukan. keturunanmya bisa dilatih utk menyesuaikan cuaca dan keadaan. Jadi Trik2 kita main merpati kita harus tau dimana kita/tempat kita main.byk dari rekan2 yg tanya kenapa sy beli brg merpati sdh jadi didaerah pegunungan dengan kriteria terbang kencang,tinggi bahkan sampai tdk kelihatan dan turunnya pun juga istimewa tapi setelah dibawa pulang dan dilatih kok gak bisa spt dilokasi asalnya dulu? karena lokasi yg baru tergolong lokasi daerah pesisir dgn medan yg berat utk merpati.Jika kita main dilokasi pegunungan kita bisa bebas utk memilih dari 2 jenis asal lokasi.KESIMPULAN; brg merpati pesisir bisa dimainkan di 2 Jenis lokasi dan brg pegunungan kurang bgs di mainkan di pesisir. seandainya kita punya brg dari tipe pegunungan kita harus mengadaptasikan dulu atau diambil keturunannya saja,dan keturunannya baru dilatih kalau tempat kita di pesisir.
Melatih merpati piyikan
Berdasarkan pengalaman tim kami ada dua cara dalam melatih piyik merpati tinggian :
1. Dilatih dengan burung pelatih atau burung yang sudah mapan medan dan bisa menuntun atau mengemong si piyik untuk pulang.
2. Dilatih sendiri tanpa burung pelatih.
2. Dilatih sendiri tanpa burung pelatih.
Dilatih dengan burung lain yang mempunyai sifat pelatih, yang mempunyai kriteria seperti berikut ini:
1. Burung pelatih harus keket
melatih burung merpati piyik (bakalan) tinggian lebih bagus kalau burung pelatihnya pada saat keket, karena burung pelatih cenderung akan terbang lebih cepat pulang dan tidak terlalu lama mutar mutar menghabiskan waktu. Jadi si piyik tidak kehabisan nafas. Lain halnya dengan burung gaburan semakin lama mutar – mutar semakin hafal medan dan terbangnyapun tidak bisa kencang karena dia menyimpan nafas.
melatih burung merpati piyik (bakalan) tinggian lebih bagus kalau burung pelatihnya pada saat keket, karena burung pelatih cenderung akan terbang lebih cepat pulang dan tidak terlalu lama mutar mutar menghabiskan waktu. Jadi si piyik tidak kehabisan nafas. Lain halnya dengan burung gaburan semakin lama mutar – mutar semakin hafal medan dan terbangnyapun tidak bisa kencang karena dia menyimpan nafas.
2. Tidak galak dan dapat ngemong yang dilatih. Maksutnya; burung pelatih terbangnya bisa ngimbangi sipiyik dan bisa nuntun untuk pulang.
3. Burung pelatih tidak nakal dalam berterbang kalau piyik melesat dia akan mengawal dan menuntun untuk pulang.
4. Cari burung pelatih yang tidak punya trah darah.
5. Dapat mengangkat mengajak piyik untuk terbang tinggi.
6. Pelatih sudah mapan tempat (lokasi).
7. Menukiknya bisa posisi jam 12 dan tidak terlalu kencang. Maksudnya adalah melatih piyik untuk turun dari posisi jam10 sampai jam 12 dan turunnya burung pelatih tidak terlalu kencang tapi pasti agar si piyik tidak takut mentalnya.
8. Turunnya tidak pernah mutar mutar ( meleset ), maksudnya melatih piyik turun pasti, jadi tidak mutar mutar dan tidak merusak mental. Perlu diingat sifat piyik adalah ikut – ikutan, beda dengan cara melatih merpati tinggian model gaburan yang tidak pernah di kepleki betinanya.
9. Diusahakan dari dasar awal mulai jarak 1 meter sampai jarak tempuh maksimal turun tepat pada sasaran atau kekotak tempat landas dimana posisi betinanya itu kunci utama burung sampai bawah tidak melesat atau buang.
Kesimpulan:
* Melatih merpati piyik atau bakalan tinggian keplek lebih bagus kalau pelatihnya posisi keket karena burung pelatih cenderung akan terbang lebih cepat pulang dan tidak banyak mutar mutar menghabiskan nafas yang dilatih( si piyik ) dan turunnya pun tidak mutar mutar.
* Melatih teratur pada posisi piyik giring kencang atau keket. Jangan sekali sekali melatih burung pada posisi tidak keket atau giring kencang karena dapat merusak dari segi mental terbang,turun, sampai landas si piyik.
*Lebih baik dilatih pada waktu pagi hari karena angin tenang dan waktunya pun panjang,seumpama sipiyik ada melesat tidak pulang masih ada waktu lama untuk pulang kembali atau dicari.
*Burung pelatih yang bagus biasanya burung yang tidak punya trah darah, yang penting bisa nuntun atau memandu si piyik untuk pulang, Tinggi, turun pasti dan sekali perlu diingat sifat piyik ikut ikutan gandengannya, jadi kalau melatih posisi pelatih dan yang dilatih harus posisi keket atau giring kencang.kalau pelatih tidak keket ( giring kencang ) ada kemungkinan dia akan minggat atau kabur dari tempatnya ( arena ) dan turunnya sering mutar – mutar dahulu dan seenanknya.
*Jangan sekali sekali mengolor jarak tempuh terlalu cepat sebelum piyik mapan sungguhan atau sudah mapan dan tau jalurnya.
* Melatih teratur pada posisi piyik giring kencang atau keket. Jangan sekali sekali melatih burung pada posisi tidak keket atau giring kencang karena dapat merusak dari segi mental terbang,turun, sampai landas si piyik.
*Lebih baik dilatih pada waktu pagi hari karena angin tenang dan waktunya pun panjang,seumpama sipiyik ada melesat tidak pulang masih ada waktu lama untuk pulang kembali atau dicari.
*Burung pelatih yang bagus biasanya burung yang tidak punya trah darah, yang penting bisa nuntun atau memandu si piyik untuk pulang, Tinggi, turun pasti dan sekali perlu diingat sifat piyik ikut ikutan gandengannya, jadi kalau melatih posisi pelatih dan yang dilatih harus posisi keket atau giring kencang.kalau pelatih tidak keket ( giring kencang ) ada kemungkinan dia akan minggat atau kabur dari tempatnya ( arena ) dan turunnya sering mutar – mutar dahulu dan seenanknya.
*Jangan sekali sekali mengolor jarak tempuh terlalu cepat sebelum piyik mapan sungguhan atau sudah mapan dan tau jalurnya.
Melatih sendiri tanpa burung pelatih.
1. Diawali dari jarak 1 meter dan diusahakan untuk turun ( landas ) pas diposisi landasanya, kalaupun ada melesatnya diulangi sampai tidak pernah melesat. Ini dasar utama burung jadi sampai jarak tempuh maksimal. Biasanya burung yang dilatih sendiri burung akan lebih kuat mentalnya dan kalau mapan dia mapan sungguhan dibandingkan pakai burung pelatih lain, maksudnya dia ( si piyik ) tidak terpengaruh sama gandengannya karna sudah terbiasa sendiri.
2. Melatih sendiri kita harus lebih sabar karna lebih lama burung untuk diundurkan atau diolor jarak tempuhnya dan turunnya biasanya burung lebih lama mapan.
3. Setelah piyik dengan jarak tempuh maksimal bisa digandengkan sekali tempo.
4. Piyik atau bakalan biasanya bisa dilatih waktu lar 5 atau bulu 5 ( ukuran masa untuk burung merpati ) tapi hanya pengenalan medan atau lokasi, waktu lar 4 sampai lar 1 burung waktu waktunya kerja dan setelah lar 1 lepas atau penjawatnya lepas jangan dilatih ( harus istirahat total ) kalau lar 5 biasanya burung juga istirahat dan biasanya ekornya dilepasin atau di cabuti ( dibodoli dalam bahasa jawanya )
KESIMPULAN :
*BURUNG POSISI KEKET BARU DILATIH.
*BURUNG PADA KEADAAN SEHAT.
*DASAR UTAMA DI BIASAKAN DARI AWAL BURUNG LANDAS TEPAT PADA BETINANYA JANGAN SAMPAI DIBUANG DILUAR LANDASAN DAN DIAWALLI DARI JARAK 1METER.
*PIYIK KALAU SUDAH WAKTUNYA MAU NAIK DIA AKAN NAIK SENDIRINYA.
*BURUNG HARUS SUDUH MENJALUR.
*BURUNG PADA KEADAAN SEHAT.
*DASAR UTAMA DI BIASAKAN DARI AWAL BURUNG LANDAS TEPAT PADA BETINANYA JANGAN SAMPAI DIBUANG DILUAR LANDASAN DAN DIAWALLI DARI JARAK 1METER.
*PIYIK KALAU SUDAH WAKTUNYA MAU NAIK DIA AKAN NAIK SENDIRINYA.
*BURUNG HARUS SUDUH MENJALUR.
Beternak merpati berkwalitas
1.Indukkan jantan maupun betina sama-sama punya trah darah.
2.Dilihat dari segi ciri -ciri burung sudah mempunyai syarat seperti yang diuraikan
3.Jantan maupun betina sudah teruji kerjanya (kriterianya)
4.Gen perempuan banyak menentukan dibanding jantanya 75% adalah gen betina secara umum. Tapi jantanpun juga mendukung untuk menghasilkan bibit2 unggul dan berkwalitas.
5.Jangan diantara jantan dan betinanya satu darah, ini berdasarkan pengalaman kami kalau satu telur ataupun satu darah hasilnya kurang bagus.
6.Kalau bisa anak turunanya yang ke dua yang betina di jodohkan ( dikawinkan ) dengan ayah nya.
7.Antara jantan dan betina bagus belum tentu menghasilkan keturunan yang bagus pula, sebelum menjodohkan harus pandai mengamati kerja dianatara jantan dan betinanya dimana kelebihan dan kekurangannya dari kerja ataupun kriterianya.
8.Untuk mencari betina yang bagus kerjanya bisa dilihat dari kerja jantannya yang satu telur.
9.Untuk menghasilkan sifat sifat mental dan kerjanya, lebih baik kalau indukannya sendiri yang mengengkrami telurnya.
KESIMPULAN :
*Faktor utama yang menentukan ternak terletak di betinanya.
*Ternak dikatakan berhasil jika keturunannya melebihi kerja ayahnya.
” OBAT - OBATAN & JAMU UNTUK MERPATI TINGGIAN ”
1. Jamu untuk mempercantik kinerja burung
Cara Pakai :
Diminumkan waktu burung dibongkar telur 5 biji dan waktu burung setelah dilatih diminumkan 3 biji ( tiap hari sekali ) tiap sore.dan utk betina 2bj 2hr sekali.
KEGUNAAN/INDIKASI :-Menambah staminan/tenaga,-Bikin giring kencang,-utk brg mancet jadi giring,-Utk bakalan cepat bancak,-Menambah MENTAL,-Menambah kekuatan napas,-Terbang jadi enteng,-bisa bikin nelur rutin. dll…
2. Obat untuk burung yang sedang Cidera ( sakit )
indikasi:infeksi saluran nafas(GOM),muka bengkak,mencret,ngantuk,nafsu makanturun,sesak nafas,sayap terkulai,dll. dan tersedia obat melancarkan TELUR.
Bahan jamu terdiri dari:
1.madu 2.gula merah 3.rumput teki 4.jamu komplit 5.kencur 6.kunir 7.kuning telur 8.kancang tanah 9.mrica atau cabe aja 10.sarang walet gunanya utk nafas.
source by www.pujanggapati.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
jadikan hobby byk tmn tp jgn buang kepercayaan...